Sabtu, 07 Desember 2013


Kiat-Kiat  Memanajemen Laboratorium IPA
Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah
Pengantar laboratorium
Disusun Oleh : Kelompok 7
Kelas : 1B ( FKIP Fisika )
1.        Arnys Yunita Sari ( NIM.A1C413092 )
2.        Heny Amelia ( NIM.A1C413040 )
3.        Julian Yudani ( NIM.A1C413018 )
4.        Litha Maulidha ( NIM.A1C413016 )
5.        Lisa Hartini ( NIM.A1C413072 )
6.        Resy ( NIM.A1C413036 )
7.        Zainab ( NIM.A1C413236 )

Dosen Pengasuh :
Andi Ichsan ,M.Pd

Program Studi Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahun
Universitas Lambung Mangkurat

 
2013-2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul” Kiat-Kiat Memanajemen Laboratorium IPA”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Laboratorium.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah kami ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Banjarmasin, 10 September 2013


Penyusun












DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                                                 i
Daftar Isi                                                                                                                          ii
BAB I
A.Pendahuluan                                                                                                                 1
B.Rumusan Masalah                                                                                                         1
C.Tujuan                                                                                                                           2
D.Manfaat                                                                                                                         2
Bab II
A.Pengelola Laboratorium                                                                                                3
B.Perencanaan Laboratorium                                                                                            5
C.Penataan Alat dan Bahan Laboratorium                                                                       8
D.Pengadministrasian Laboratorium
            1.Inventarisasi Alat dan Fasilitas Laboratorium                                                   12
            2.Administrasi Kegiatan di Laboratorium                                                            14
            3.Administrasi Peminjaman Alat-alat Laboratorium                                            15
Bab III
Kesimpulan                                                                                                                        18
Saran                                                                                                                                  18
Penutup                                                                                                                              18
Daftar pustaka                                                                                                                               19

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung antara seseorang maupun beberapa orang yang dengan sengaja atau tidak disengaja melaksanakan kegiatan pembelajaran baik diruangan maupun secara terbuka dengan tujuan menambahkan ilmu pengetahuan kepada seseorang yang belum memahami konsep pengetahuan atau pendidikan yang diharapkan.Salah satu aspek penunjang  dalam proses pendidikan adalah tersedianya laboratorium .
Laboratorium adalah suatu tempat berupa ruangan tertutup atau terbuka  untuk melakukan kegiatan praktek,penelitian, atau pelatihan ilmiah yang berhubungan dengan Ilmu pengetahuan Alam ( IPA ) yang ditunjang dengan sarana dan prasarana  laboratorium.Fisika merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam ( IPA ) yang memiliki banyak teori,konsep dan hukum dari ilmuwan yang terdahulu.Oleh karena itu,mengingat fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang ada kaitannya dengan alam maka dalam hal ini peranan laboratorium sangat diperlukan untuk membuktikan kebenaran suatu teori,konsep maupun hukum-hukum fisika yang telah ada.
Mengingat pentingnya laboratorium dalam dunia pengetahuan alam maka perlu adanya manajemen pengelolaan laboratorium IPA yang baik dan benar yang dalam hal ini akan kami bahas dalam makalah yang berjudul “ Kiat-Kiat Memanajemen Laboratorium IPA ”
B.Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara pengelolaan laboratorium IPA ?
2.      Bagaimana perencanaan laboratorium IPA yang baik dan benar ?
3.      Bagaimana cara menata alat dan bahan laboratorium IPA yang benar ?
4.      Bagaimana tata cara pengadministrasian Laboratorium IPA ?



C.Tujuan
Tujuan kami dalam membuat makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan laboratorium IPA.
2.      Untuk mengetahui perencanaan laboratorium IPA yang baik dan benar.
3.      Untuk mengetahui penataan alat dan bahan laboratorium IPA yang benar.
4.      Untuk mengetahui tata cara administrasi laboratorium IPA.

D.Manfaat
Adapun manfaat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui bagaimana pengelolaan laboratorium IPA.
2.      Dapat mengetahui perencaan laboratorium IPA yang baik dan benar.
3.      Dapat mengetahui penataan alat dan bahan laboratorium IPA yang benar.
4.      Dapat mengetahui tata cara pengadministrasian Laboratorium IPA.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengelolaan Laboratorium
Bagi satuan pendidikan,laboratorium IPA merupakan tempat untuk melakukan inkuiri( penemuan )ilmiah baik melalui demonstrasi,penyelidikan melalui pengamatan atau eksperimen untuk membuktikan kebenaran konsep maupun untuk menemukan konsep. Agar laboratorium dapat berperan secara maksimal maka perlu adanya pengelolaan laboratorium yang baik agar dapat terciptanya suasana yang kondusif bagi pengguna laboratorium. Pengelolaan laboratorium adalah kegiatan untuk menggerakkan sekelompok orang ( SDM ), keuangan,peralatan,fasilitas dan atau segala obyek fisik lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang diharapkan secara optimal.
Pada dasarnya,apabila kita berbicara tentang pengelola laboratorium biasanya pikiran kita langsung tertuju dengan yang namanya laboran.Laboran adalah seseorang yang bertugas di laboratorium untuk membantu saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Padahal dalam pengelola laboratorium yang berperan tidak hanya seorang laboran akan tetapi seorang laboran juga akan dibantu oleh guru-guru maupun dosen-dosen IPA lainnya terutama dalam jenjang Perguruan Tinggi.
Pada umumnya,pengelola laboratorium terdiri atas :
1.Kepala Pengelola
2.Penanggung jawab laboratorium
3.Teknisi Laboratorium ( Laboran )
4.Bagian Kurikulum
5.Koordinator
Sekolah atau perguruan tinggi yang memiliki fasilitas laboratorium yang besar  dan komplek,anggota laboratorium tidak hanya cukup dengan ketua laboratorium,ketua laboratorium harus didampingi oleh beberapa orang anggota pengelola laboratorium,baru kemudian guru atau dosen lain sebagai pengguna laboratorium.Adapun tugas utama pengelola laboratorium adalah mengkoordinir semua kegiatan laboratorium,melaksanakan inventarisasi dan administrasi alat-alat dan fasilitas laboratorium serta menciptakan suasana akademik laboratorium yang nyaman dan kondusif sehingga menjamin keselamatan kerja dilaboratorium.
Penanggung jawab laboratorium bertugas selain mengkoordinir berbagai aspek laboratorium seperti tata tertib laboratorium,inventarisasi dan administrasi alat,program kerja laboratorium, juga mengatur penjadualan penggunaan laboratorium dan bertanggung jawab terhadap keamanan,keselamatan,keindahan,kebersihan serta bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana laboratorium.Adapun Penjadualan penggunaan laboratorium ini dikoordinasikan dengan bagian kurikulum dan mempertimbangkan usulan-usulan guru atau dosen.Sedangkan teknisi laboratorium (laboran) bertugas membantu penyiapan bahan-bahan/alat-alat praktikum sesuai dengan judul praktikum yang akan dilaksanakan,pengecekan secara periodik,pemeliharaan dan penyimpanan alat dan bahan,bertanggungjawab terhadap keamanan,keselamatan,kebersihan dan keindahan laboratorium.
Agar kegiatan di laboratorium dapat berjalan dengan lancar,sebaiknya ada pembagian tugas yang jelas untuk setiap pengelola laboratorium agar tidak ada saling lempar tanggung jawab diantara pengelola laboratorium.
v  Berikut salah satu struktur pengelolaan laboratorium Sekolah Menengah seperti gambar.






Rounded Rectangle: Kepala Sekolah


 









Cara kerja pengelola dan karyawan laboratorium yang tidak dsiplin,tidak bertanggung jawab,merasa pintar,dan tidak paham betul tentang kegiatan yang dilakukan di laboratorium dapat menimbulkan akibat yang berbahaya bagi pengguna laboratorium .Hal-hal itu dapat disebabkan oleh :
A.    Personel dan pemakai laboratorium kurang memiliki pengetahuan yang sempurna tentang penanganan bahan-bahan berbahaya,penggunaan peralatan dan teknik operasional dalam melakukan percobaan
B.     Sikap atau tingkah laku personel dan pemakai laboratorium tersebut yang lalai dan menganggap remeh terhadap kemungkinan terjadinya  musibah.
C.     Pengawas yang kurang memberi teladan yang baik dalam menangani suatu program dan menganggap bahwa orang-orang disekitarnya memiliki pengetahuan sama seperti yang mereka miliki.
Oleh karena itu, dalam Pengelola laboratorium mulai dari pimpinan sampai bawahan berkewajiban menjadikan laboratorium sebagai  tempat yang aman untuk bekerja.Mereka harus bertanggungjawab terhadap keselamatan orang-orang yang belajar didalam laboratorium tersebut.
B.     Perencanaaan laboratorium
Laboratorium merupakan salah satu fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran,di laboratorium siswa dapat berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Oleh sebab itu, kita perlu menjaganya dengan baik dan menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif.Untuk menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif  itu salah satunya diperlukan  perencanaan laboratorium. Apa itu perencanaan laboratorium?
Perencanaan laboratorium  merupakan proses pemikiran sistematis,analitis,logis tentang kegiatan yang harus dilakukan,langkah-langkah,metode,SDM,tenaga,dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukkan secara efektif dan efisien. Perencanan laboratorium ini tentunya tidak bisa dikerjakan secara individu. Di dalam perencanaan laboratorium perlu adanya persetujuan dari pihak-pihak yang  terkait didalamnya .Contoh :
1.      Pada setiap awal tahun atau saat pergantian murid baru menyusun program semester yang disetujui kepala sekolah. Tujuannya agar kita bisa mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi serta menyusun jadwal dan untuk keperluan supervisi bagi kepala sekolah . Maksud kebutuhan-kebuhuhan disini adalah alat-alat dan bahan yang diperlukan saat berada di laboratorium.
2.      Mengidentifikasi alat dan bahan yang di perlukan, apabila belum ada atau yang telah mengalami kerusakan segera mengajukan anggaran dana pembelian alat dan bahan atau dengan cara membuat alat sederhana dari bahan sakitar yang masih bisa untuk dimanfaaatkan atau memanfaatkan laboratorium alam.Dalam proses belajar mengajar diperlukan berbagai peralatan yang memadai untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini alat dan bahan mempunyai peranan yang sangat penting bahkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan proses belajar mengajar.
3.      Merencanakan anggaran kegiatan laboratorium. Kelancaran kegiatan laboratorium dan kesinambungan fungsionalisasi laboratorium sangat tergantung kepada anggaran yang memadai. Proses penyusunan anggaran melibatkan beberapa pegawai,agar anggaran dapat terealisasi serta efektivitas anggaran. Mendapatkan anggaran dalam waktu yang singkat tentu tidaklah mudah,untuk itu kami sarankan agar pengajuaan anggaran dana tersebut dapat dilakukan dari jauh-jauh hari, sehingga cukup waktu untuk pertimbangan, perlambatan,dan finalisasi pesanan-pesanan dan pengadaan alat dan agar tidak mengaggu proses dan kenyamanan dalam belajar kedepannya.
v  Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun anggaran :
1.       Cek semua persediaan alat/ bahan,
2.      Dengan bantuan guru senior dan asisten laboratorium,mintakan informasi mengenai:
a.       Barang habis tahunan
b.      Periodemana dari tahun ajaran, bahan habis tertentu dibutuhkan untuk digunakan.
c.       Alat-alat yang mengalami kerusakan akut
d.      Alat-alat baru yang dibutuhkan pada tahun ajaran yang akan datang
e.       Alat/bahan yang rusak atau hilang
f.       Mencari proyeksi penerimaan siswa pada tahun ajaran yang akan datang
g.      Pengcekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air, listrik,gas dan lain-lain
h.      Mengecek harga-harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga tersebut pada tahun mendatang.
3.      Berdasarkan informasi  di atas, masing-masing guru senior menyiapkan daftar kebutuhan untuk tahun yang akan datang. Daftar yang dibuat harus mencakup tipe alat,model,dan jumlah yang dibutuhkan. Secara umum daftar kebutuhan meliputi:
a.       Bahan habis
b.      Alat-alat gelas,plastik,dan logam
c.       ATK
d.      Dan lain-lain
Pengusulan kebutuhan alat atau bahan hendaknya dibuat dalam bentuk format pemesanan dengan mencantumkan nama alat/bahan,spesifikasi yang jelas, jumlah dan estimasi hargannya.
Contoh formatnya sebagai berikut :
Daftar Usulan alat dan Bahan Laboratorium
Sekolah    : …………………
Semester : ………………….
No.
Nama Alat/Bahan
Spesifikasi
Jumlah
Harga Satuan
Harga Total













Kandangan, 22 Juli 2013
Mengetahui,                                                                Penanggung Jawab Laboratorium
Kepala Sekolah
……………….                                                           ……………………………
NIP.                                                                            NIP.
C.    Penataan Alat dan Bahan Laboratorium
Dalam menata alat laboratorium berkaitan erat dalam keteraturan dan penyimpanan maupun kemudahan dalam pemeliharaan. Dengan demikian penataan alat laboratorium bertujuan agar alat – alat tersebut tersusun secara teratur, rapi, indah dipandang, dan aman dalam pengambilan dalam arti tidak terhalangi atau mengganggu peralatan lain, terpelihara identitas dan presisi alat, serta terkontrol jumlahnya dari kehilangan.
Penataan alat laboratorium dilaboratorium terdapat berbagai fasilitas umum contohnya, ventilasi, air, bak cuci, aliran listrik, dan gas maupun fasilitas khusus seperti,meja siswa dan guru, kursi, papan tulis, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran, dll. Ruang laboratorium diusahakan terpisah dari bangunan sekolah lainnya agar tidak mengganggu pembelajaran dikelas. Laboratorium yang standard apat menampung sebanyak 40 siswa, dan luas ruang minimal 48 m2 , sudah termasuk ruang penyimpanan dan persiapan.
Agar alat dan bahan laboratorium terlihat rapi tertata, adapun langkah – langkah yang dilakukan saat penyimpanan barang – barang :
1.      Bersihkan Ruang dan Penyimpanan Alat dan Bahan
2.      Periksa data ulang alat dan bahan yang ada
3.      Kelompokkan alat dan bahan yang ada berdasarkan keadaan alat dan bahan diatas
4.      Penyimpanan dan penataan alat dan bahan disesuaikan dengan fasilitas laboratorium.
v  Contoh penataan alat dan bahan laboratorium

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menata alat terutama cara penyimpanannya, antara lain :
*    Fungsi alat, apakah sebagai alat ukur ataukah hanya sebagai penyimpan bahan kimia saja
*    Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian
*    Keperangkatan
*    Nilai/ harga alat
*    Kuantitas alat termasuk kelangkaannya
*    Sifat alat termasuk kepekaan terhadap lingkungan
*    Bahan dasar penyusun alat
*    Bentuk dan ukuran alat
*    Bobot / berat alat 40

v  Penataan Alat dan Bahan yang tidak sesuai peraturan.

Pada praktisnya untuk melakukan penataan alat tidak dapat digunakan secara mutlak menurut fungsinya saja atau menurut kecanggihan dan fungsinya, tapi seringkali dikelompokkan atas dasar jenis percobaan seperti alat – alat untuk percobaan listrik, magnet, optic, cahaya,dll.
Beberapa hal yang harus dipertimbangan dalam menataan alat terutama cara penyimpanannya, antara lain :
1.      Wujud Zat : Padat Disimpan terpisah dari cair
2.      Konsentrasi Zat : Konsentrasi yang pekat disimpat terpisah dan khusus , misalnya HCL pekat
3.      Bahaya dari zat : Zat yang berbahaya tidak disimpan diatas ( lebih tinggi dari badan)
4.      Label : Semua wadah yang berisi bahan / zat kimia harus diberi label
5.      Kepekaan Zat terhadap cahaya : zat yang peka terhadap cahaya disimpan dalam botol cokelat
6.      Kemudahan Menguap : zat yang mudah menguap disimpan ditempat yang dingin dan sejuk serta hindarkan dari cahaya langsung

7.      Larutan Indikator disimpan dalan botol tetes (botol kecil yang dilengkapi dengan pipet tetes pada sumbatnya.)

Setelah menggunakan alat dan bahan laboratorium jangan lupa untuk membersihkan dan memeriksa alat dan bahan, berikut cara membersihkan dan memeriksaan alat dan bahan yang telah digunakan :
1.      Bersihkan botol bahan / zat
2.      Periksa labelnya dan jika sudah agak rusak segera ganti dengan yang baru
3.      Bersihkan alat dan periksa apakah alat ini masih berfungsi/tidak, untuk alatgelas apakah ada/tidak yang retak.
4.      Jika ada yang tidak berfungsi atau retak, pisahkan








v  Berikut ini adalah contoh skema laboratorium IPA :
3
 
2
 
1
 
lab ipa_001.jpg

Ø  Keterangan angka :
1.      Ruang praktikum
Ruang ini digunakan untuk kegiatan penelitian atau praktek, ruangan ini sebaiknya tidak dijadikan tempat penyimpanan alat dan bahan laboratorium.

2.      Ruang persiapan
Ruangan ini digunakan untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk keperluan praktek atau kegiatan penelitian.

3.      Ruang penyimpanan
Ruangan ini digunakan untuk menyimpan semua alat dan bahan laboratorium yang akan digunakan.
D.Pengadministrasian Laboratorium
1.Inventarisasi Alat Dan Fasilitas Laboratorium
Fasilitas laboratorium adalah sarana fisik di dalam laboratorium seperti fasilitas ruangan, instalasi listrik, air dan gas, tempat penyimpanan barang dan sebagainya. Sedangkan alat-alat laboratorium adalah bahan-bahan untuk praktek, alat-alat permanen, alat-alat tidak permanen serta peralatan perbaikan.
Inventarisasi dilakukan untuk mempermudah pengontrolan misalnya untuk mengetahui keadaan atau keberadaan alat atau bahan di laboratorium.
Untuk melakukan inventarisasi maka diperlukan perangkat seperti :
·         Buku inventaris
·         Buku/kartu stok alat dan bahan
·         Buku/kartu daftar alat rusak atau bahan habis
·         Buku daftar usulan pengadaan alat atau bahan
·         Buku daftar peminjaman alat
Setiap alat dan bahan yang masuk, baik dari permintaan sekolah atau yang berasal dari bantuan harus dicatat dalam daftar penerimaan alat/bahan
·         Contoh daftar penerimaan alat dan bahan
No
Nama Alat/bahan
Spesifikasi
Sumber Pemberi
Jumlah
Keterangan
Merk
Ukuran
Pabrik
Baik
Rusak















































Banjarmasin, 23 Agustus 2013
Yang Menyerahkan                                                                 Penerima

……………                                                                            ……………..
NIP.                                                                                        NIP.

v  Kartu stok barang laboratorium

v  Kartu usulan perbaikan atau pengadaan alat laboratorium
Catatan inventaris yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari pengelola yang satu ke pengelola yang kainnya serta mempermudah untuk mengetahui dimana suatu peralatan ditempatkan. Barang inventaris biasanya diklasifikasikan berupa diberi kode tertentu seperti kode dalam bentuk angka yang tersusun menurut pola tertentu.
Inventarisasi alat dan fasilitas laboratorium memiliki beberapa manfaat, antara lain :
·         Memudahkan pengadaan dan pengecekan bahan dan alat
·         Mengefesienkan pengguna budget
·         Memperlancar pelaksanaan praktikum
·         Memudahkan membuat laporan pertanggungjawaban
2.Administrasi Kegiatan di Laboratorium
            Administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratorium, yang terdiri atas:
a.  Inventarisasi peralatan laboratorium
b.  Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang rusak, alat yang dipinjam/dikembalikan
c.  Daftar pemakai laboratorium, sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum/ penelitian
d.  Daftar inventarisasi alat-alat meubelair (kursi, meja, bangku, lemari dsb.)
e.  Sistem evaluasi dan pelaporan.
Adapun contoh dari daftar pemakai laboratorium sebagai berikut.

Daftar Kegiatan Laboratorium
Sekolah    : ……………..
Semester : ………….....
No
Hari/Tanggal
Mata Pelajaran
Kegiatan
Pengguna
Pembimbing Praktikum
Keterangan
















Banjarmasin,10 September 2013
Mengetahui                                                     Penganggung Jawab Laboratorium
Kepala Sekolah

             ………………..                                                    ..……….…………………………..
NIP.                                                                            NIP.

Untuk kelancaran administrasi yang baik, sebaiknya setiap laboratorium memberikan laporan kepada atasannya  (misalnya Ketua Program Studi maupun Dekan).    Evaluasi dan Pelaporan kegiatan masing-masing laboratorium dapat dilakukan bersama dengan    pimpinan Fakultas, setiap semester atau  sekali dalam setahun, tergantung pada kesiapan yang ada agar semua kegiatan laboratorium dapat dipantau dan sekaligus dapat digunakan untuk perencanaan laboratorium (misalnya penambahan alat-alat baru, rencana pembiayaan/dana      laboratorium yang diperlukan, perbaikan sarana dan prasarana yang ada).Kegiatan administrasi ini merupakan kegiatan rutin yang berkesinambungan, karenanya perlu dipersiapkan dan dilaksanakan secara berkala dengan baik dan teratur.
3.Administrasi Peminjaman Alat-alat Laboratorium
Pada prinsipnya, laboratorium beserta segala bahan dan alat-alat laboratorium di dalamnya adalah diperuntukan untuk semua pengajar dan pelajar yang membutuhkannya dalam proses pembelajaran di dalam sekolah.Dengan demikian semua pengajar dan pelajar berhak menggunakannya untuk kepentingan proses pembelajaran didalam sekolah yang bersangkutan, namun tidak berarti bahwa semua berlangsung tanpa  adanya kontrol dan kendali, dan bukan tidak mungkin terjadi pemakaian diluar laboratorium atau bahkan diluar sekolah.Agar tanggung jawab atas resiko kehilangan dan kerusakan tidak tertumpu pada seseorang atau akhirnya saling menyalahkan tanpa bukti, maka diperlukan administrasi peminjaman alat-alat yang tertib dan dapat memberikan bukti atas peminjaman alat-alat untuk berbagai kepentingan baik di dalam maupun diluar laboratorium dan sekolah yang bersangkutan.Yang juga penting dalam administrasi peminjaman alat-alat laboratorium adalah adanya kebijakan yang jelas ( bila perlu tertulis ) mengenai alat-alat yang boleh dan tidak boleh dipinjamkan, serta tata tertib dan prosedur peminjaman.Pelaksanaannya, administrasi peminjaman alat-alat dapat dilakukan dengan menggunakan bon atau bukti peminjaman alat dan buku catatan peminjaman alat-alat seperti contoh dibawah ini.
LABORATORIUM FISIKA
Nama Sekolah   : ………..
Alamat Sekolah : ………...
Bukti peminjaman alat
Pada hari ini …, tanggal…, telah dipinjamkan alat-alat yang tercantum dalam tabel berikut ini.
No.
NamaAlat
Kode
Jumlah













Bandung,10 September 2013
Mengetahui dan menyetujui,                                      Peminjam
Kepala laboratorium

Nama                                                                                       Nama
NIP.                                                                                        NIP/ NIS.
Bon pinjaman tersebut di isi dengan jelas oleh peminjam.Peminjam harus dapat persetujuan paling tidak dari kepala/ketua/penanggung jawab laboratorium.Peminjaman dicatat dalam buku pinjaman alat-alat dan bon/bukti peminjaman ditahan oleh petugas laboratorium yang melayani peminjaman itu.Bon peminjaman diserahkan kembali kepada peminjam pada saat peminjam mengembalikan alat-alat yang dipinjamnya dalam keadaan utuh.Selama bon peminjaman masih  berada ditangan petugas laboratorium, berarti peminjam belum mengembalikan alat yang dipinjamnya.




















BAB III
·         Kesimpulan
Dari materi yang telah kami sajikan,maka dalam hal ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa untuk memanajemen pengelolaan Laboratorium IPA dengan baik dan benar diperlukan empat komponen yang harus ada dan jelas seperti, harus memiliki sistem pengelolaan laboratorium, perencanaan laboratorium yang baik dan benar, penataan alat dan bahan yang terstruktur serta tata cara administrasi laboratorium yang jelas. Apabila keempat komponen tersebut terpenuhi maka dapat dipastikan manajemen pengelolaan laboratorium IPA tersebut sudah baik dan benar.
·         Saran
Dengan adanya makalah ini kami mengharapkan agar para pembaca dapat memperluas pengetahuannya tentang manajemen dan pengelolaan laboratorium IPA sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.
·         Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah kami ini.
Kami banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.




DAFTAR PUSTAKA
Hadiat.1987. Pengelolaan Laboratorium Sekolah dan Manual Alat Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hadriansyah.2012,Manajemen Laboratorium.Banjarmasin:Lab. PMIPA FKIP UNLAM
Jamal, Muhammad Arifuddin dan Suyidno.2012. Pengantar Laboratorium Jangan Pisahkan IPA dengan Laboratoriumnya. Banjarmasin : Intimedia
Sumardjo, Damin.2009. Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksata.Jakarta:EGC